Mengapa Preventive Maintenance Fire Hydrant System Penting?
Preventive maintenance bertujuan untuk menjaga keandalan sistem hydrant dengan cara:
-
Mencegah kerusakan dini: Memastikan setiap komponen berfungsi baik sebelum terjadi masalah.
-
Menghindari risiko kebakaran: Memastikan hydrant siap digunakan dalam situasi darurat.
-
Mematuhi regulasi: Menyesuaikan dengan peraturan pemerintah dan standar nasional.
Standar dan Regulasi Terkait Fire Hydrant System
Perawatan fire hydrant system harus memenuhi standar dan regulasi berikut:
-
Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 99 Tahun 2004.
-
Peraturan Menteri PU No. 26/PRT/M/2008: Persyaratan teknis proteksi kebakaran.
-
SNI 03-1735-2000: Tata cara perencanaan akses bangunan untuk pencegahan kebakaran.
-
NFPA 14 dan NFPA 20: Standar internasional untuk instalasi hydrant dan pompa.
Persiapan Sebelum Melakukan Preventive Maintenance
-
Persiapan Material dan Peralatan
Beberapa peralatan yang diperlukan untuk preventive maintenance:
-
Tool kit set: Kunci inggris dan kunci pipa.
-
Pressure gauge: Untuk mengukur tekanan sistem.
-
Ultrasonic Flow Meter: Mengukur aliran air.
-
Seal tape dan lem pipa: Untuk memastikan sambungan pipa kedap.
-
-
Alat Pelindung Diri (APD)
Personil wajib menggunakan:
-
Helm safety.
-
Kacamata pelindung.
-
Sepatu safety.
- Sarung tangan anti-slip.
-
Prosedur SOP Preventive Maintenance Fire Hydrant System
-
Pengecekan Visual Peralatan
-
Lakukan safety breafing dan sosialisasi JSA sebelum melakukan pekerjaan
-
Lakukan pengecekan visual peralatan yang ada dalam rumah pompa Diesel Pump, Jockey Pump, Panel Kontrol, Valve, Pressure Gauge, Air Vent, dll
-
Lakukan pengecekan visual pada jalur pipa, sambungan pipa, valve, pressure gauge, hydrant pillar, fire monitor, box hydrant, selang pemadam kebakaran, fire nozzle, dll.
-
Lakukan pengecekan khusus terkait kondisi korosi dan pengecatan pada semua peralatan hydrant yang terpasang.
-
Lakukan touchup painting jika ditemukan indikasi korosi atau cat yang terkelupas pada titik tertentu, atau sarankan untuk dilakukan pengecatan keseluruhan jika indikasinya lebih luas.
-
Lakukan pemberian grease pada bagian-bagian valve, sambungan dan hydrant pillar yang dibutuhkan.
-
Catat dan dokumentasikan hasil pengecekan visual tersebut dan tandai jika ada temuan yang dirasa perlu ditangani secara khusus terkait kondisi peralatan fire hydrant system tersebut.
-
-
Perawatan Pompa Hydrant
Pompa hydrant adalah inti dari sistem ini. Prosedur perawatannya meliputi:
-
Lakukan safety breafing dan sosialisasi JSA sebelum melakukan pekerjaan
-
Lakukan perawatan pada Diesel Pump, Diesel Engine dan Diesel Controller
-
Lakukan perawatan pada Jockey Pump, Electric Motor dan Jockey Controller
-
-
Pengujian Kebocoran Pipa dan Uji Fungsi Fire Hydrant
-
Lakukan safety breafing dan sosialisasi JSA sebelum melakukan pekerjaan
-
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan personil yang bertugas dimasing-masing area mulai dari rumah pompa, operator gate valve ke jalur outlet OHB, operator gate valve dan hydrant pillar, personil yang bertugas menjadi nozzle man, pemegang fire hose dan HSE Officer.
-
Setelah memastikan semua persiapan sudah matang dan sesuai, maka langkah pertama adalah memastikan tekanan air yang ada didalam rumah pompa sudah standby sesuai dengan working pressure yang ditentukan dengan cara menghidupkan Jockey Pump baik dengan cara manual maupun otomatis.
-
Lakukan pengecekan kebocoran pada setiap sambungan valve, pressure gauge, air vent, pipa, OHB dan peralatan hydrant lainnya.
-
Hidupkan pompa diesel untuk memompa air dari dalam reservoir menuju ke pipa mainline dan pipa tegak sampai dengan tekanan 30% dari tekanan kerja.
-
Tahan selama 30 menit dan lakukan pemantauan terhadap pipa mainline, pipa tegak dan sambungan pada peralatan hydrant yang terpasang. Jika Pressure gauge menunjukan adanya penurunan maka tandai titik yang terindikasi adanya kebocoran dan jika dimungkinkan lakukan perbaikan segera
-
Jika Pressure gauge menunjukan tidak adanya penurunan tekanan selama 30 menit tersebut, maka naikan tekanan air secara perlahan sampai dengan 50% dari tekanan kerja kemudian tahan kembali selama 30 menit dan lakukan pemantauan pada jalur pipa dan pressure gauge. Jika terjadi penurunan tekanan, maka lakukan penelusuran titik kebocoran pada jalur pipa mainline dan pipa tegak, tandai titik kebocoran jika ada dan lakukan pencatatan.
-
Jika Pressure gauge menunjukan tidak adanya penurunan tekanan selama 30 menit tersebut pada poin 7, maka naikan tekanan air secara perlahan sampai dengan 100% dari tekanan kerja kemudian tahan kembali selama 60 menit dan lakukan pemantauan pada jalur pipa dan pressure gauge. Jika terjadi penurunan tekanan, maka lakukan penelusuran titik kebocoran pada jalur pipa mainline dan pipa tegak, tandai titik kebocoran jika ada dan lakukan pencatatan.
-
Jika tekanan air pada point 8 diatas dalam kondisi stabil dan hasil test kebocoran pada point 8 diatas dinyatakan aman, maka lakukan pengetesan uji fungsi dengan cara :
-
Lakukan pemasangan dan setting alat uji Ultrasonic Flow Meter pada bagian mainline pipa hydrant.
-
Lakukan pemasangan alat uji tekanan pada salah satu hydrant pillar yang terpasang
-
Atur panel control pompa pada mode auto
-
Lakukan pembukaan gate valve pada jalur outlet didalam rumah pompa secara perlahan
-
Lakukan pembukaan valve hydrant pillar secara perlahan, perhatikan tekanan dan flow pada alat uji sesuai poin 10 dan 11 diatas.
-
Lakukan pembukaan valve hydrant pillar lainnya secara perlahan, perhatikan tekanan dan flow pada alat uji sesuai poin 10 dan 11 diatas.
-
Lakukan pembukaan valve fire monitor secara perlahan, perhatikan tekanan dan flow pada alat uji sesuai poin 10 dan 11 diatas.
-
Lakukan pembukaan valve fire monitor lainnya secara perlahan, perhatikan tekanan dan flow pada alat uji sesuai poin 10 dan 11 diatas.
-
Catat dan dokumentasikan hasil uji fungsi tersebut.
-
Buat laporan, dokumtansi dan analisa semua hasil pekerjaan preventive maintenance tersebut untuk dapat dipergunakan lebih lanjut.
-
Pastikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja serta perduli terhadap lingkungan selama melaksanakan pekerjaan assessment tersebut.
-
Mengapa Memilih STARVVO untuk Maintenance Fire Hydrant System?
STARVVO Fire Hydrant System adalah pilihan terbaik untuk instalasi dan perawatan fire hydrant system di JABODETABEK. Berikut alasan mengapa STARVVO unggul:
-
Tim Profesional dan Berpengalaman
Tim teknisi kami memiliki sertifikasi resmi dan pengalaman panjang dalam menangani berbagai jenis proyek fire hydrant, mulai dari bangunan komersial hingga industri.
-
Layanan Komprehensif
STARVVO menyediakan layanan lengkap, termasuk:
-
Instalasi fire hydrant system.
-
Preventive maintenance berkala.
-
Perbaikan dan penggantian komponen.
-
-
Kepatuhan pada Standar dan Regulasi
Kami memastikan semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan SNI, NFPA, dan peraturan lokal yang berlaku.
-
Dukungan Pelanggan yang Responsif
Tim layanan pelanggan kami siap membantu Anda 24/7 untuk konsultasi atau jadwal inspeksi.
Keuntungan Menggunakan Layanan STARVVO
-
Keandalan Sistem Terjamin: Perawatan rutin memastikan hydrant selalu siap digunakan.
-
Biaya Efisien: Menghindari kerusakan besar yang memerlukan biaya perbaikan tinggi.
-
Perlindungan Properti Maksimal: Sistem hydrant yang terawat mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran.
Hubungi STARVVO Sekarang
Jangan biarkan fire hydrant system Anda menjadi tidak terawat dan berisiko gagal saat dibutuhkan. Hubungi STARVVO Fire Hydrant System sekarang juga untuk jadwal inspeksi atau konsultasi lebih lanjut. Kami siap menjadi mitra terpercaya Anda dalam menjaga keamanan properti dari bahaya kebakaran.
Website: https://starvvo.com
Layanan: JABODETABEK dan sekitarnya
Dengan perawatan berkala yang tepat, Anda tidak hanya melindungi properti tetapi juga memberikan rasa aman bagi semua penghuni. Pilih STARVVO untuk hasil yang terbaik dan sesuai standar!




